Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Artikel 1: Pengertian Psikoterapi

Wohlberg :
Psychotherapy is the treatment by psychological means of the problems of an emotional nature in which a trained person deliberately establish a proffesional relationship with the patient with the object of :
removing, modifying or retarding symptom
mediating disturbed patterns of behavior
promoting positive personality growth and development

Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist). 

Ada tiga ciri utama psikoterapi, yaitu:
1. Dari segi proses :  berupa interaksi antara dua pihak, formal, profesional, legal dan menganut kode etik psikoterapi.
2. Dari segi tujuan : untuk mengubah kondisi psikologis seseorang, mengatasi masalah psikologis atau meningkatkan potensi psikologis yang sudah ada.
3. Dari segi tindakan: seorang psikoterapis melakukan tindakan terapi berdasarkan ilmu psikologi modern yang sudah teruji efektivitasnya.

Psikoterapi didasarkan pada fakta bahwa aspek-aspek mental manusia seperti cara berpikir, proses emosi, persepsi, believe system, kebiasaan dan pola perilaku bisa diubah dengan pendekatan psikologis. Tujuan psikoterapi antara lain:
Menghapus, mengubah atau mengurangi gejala gangguan psikologis.
Mengatasi pola perilaku yang terganggu.
Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang positif.
Memperkuat motivasi klien untuk melakukan hal yang benar.
Menghilangkan atau mengurangi tekanan emosional.
Mengembangkan potensi klien.
Mengubah kebiasaan menjadi lebih baik.
Memodifikasi struktur kognisi (pola pikiran).
Memperoleh pengetahuan tentang diri / pemahaman diri.
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial.
Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan.
Membantu penyembuhan penyakit fisik.
Meningkatkan kesadaran diri.
Membangun kemandirian dan ketegaran untuk menghadapi masalah.
Penyesuaian lingkungan sosial demi tercapai perubahan dan masih banyak lagi.


Dalam psikoterapi, gangguan psikologis diidentifikasi secara ilmiah dengan standar tertentu. Kemudian dilakukan proses psikoterapi menggunakan cara-cara modern yang terbukti berhasil mengatasi hambatan psikologis. Dalam psikoterapi tidak ada hal-hal yang bersifat mistik. Klien psikoterapi juga tidak diberi obat, karena yang sakit adalah jiwanya, bukan fisiknya.
Psikoterapi bukan untuk menangani orang gila (orang yang rusak otaknya).  Justru psikoterapi  hanya digunakan untuk menangani orang waras yang sedang mengalami masalah psikologis, atau untuk membantu orang normal yang ingin meningkatkan kemampuan pikirannya. Sedangkan penanganan orang gila adalah urusan Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Ada banyak metode psikoterapi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah Psychoanalysis, Gestalt Therapy, Cognitive Behavioural Therapy, Behaviour Therapy, Body-Oriented Psychotherapy, Expressive Therapy, Interpersonal Psychotherapy, Narrative Therapy, Conditioning, Mental Imagery, Neurolinguistic Programming, Laughter Therapy, Self Programming, Spiritual Therapy, Transpersonal Psychotherapy, Relaxation Therapy, Forgiveness Therapy, Trance Psychotherapy,  Neurofeedback dan masih banyak lagi. 

Interaksi antara Anda dan psikoterapis akan seperti persahabatan. Seorang psikoterapi tidak bisa membantu dengan maksimal apabila Anda tidak mau terbuka mengenai masalah Anda. Oleh karena itu, sebelum Anda  menemui psikoterapis, Anda harus membuka diri untuk mendapatkan sahabat baru.


Source : http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-psikoterapi-,6


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Komunikasi Dalam Manajemen

Komunikasi Dalam manajemen

Definisi Komunikasi
Komunikasi atau dalam bahasa inggrisnya Communication, menurut asal katanya berasal dari bahasa latin yaitu Communicatio. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau kelompok masyarakat menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungannya. Pada umumnya, komunikasi terjadi secara lisan atau verbal. Komunikasi dapat terjadi jika ada persamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang menerima pesan.
Dan menurut Carl I. Hovland berpendapat mengenai pengertian komunikasi, menurutnya “Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan pesan (lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan)”.

Proses Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar  sebagai berikut
  •      Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide  untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan   dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan  atau diekspresikan  oleh pengirim pesan.  Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.

Materi pesan dapat berupa :
  1. Informasi
  2. Ajakan
  3. Rencana kerja
  4. Pertanyaan dan sebagainya
  • Simbol/ isyarat

Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat       dipahami oleh  orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan  penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.

  • Media/penghubung

Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar,  papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan  yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
  •  Mengartikan kode/isyarat

Setelah  pesan diterima  melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka  si penerima pesan  harus dapat mengartikan  simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.
  • Penerima pesan

Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan  dari sipengirim  meskipun dalam bentuk code/isyarat  tanpa mengurangi arti pesan  yang dimaksud oleh pengirim
  • Balikan (feedback)

Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi  kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting  bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung  yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain  didapat dari pengamatan pemberi balikan  terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan  menggambarkan perilaku penerima pesan  sebagai reaksi  dari pesan  yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan  kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
  • Gangguan

Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi  akan tetapi mempunyai pengaruh dalam  proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah  hal yang  merintangi atau menghambat  komunikasi  sehingga penerima salah menafsirkan pesan  yang diterimanya.

Tingkatan Proses Komunikasi
Menurut Denis McQuail (1987) secara umum kegiatan komunikasi dalam masyarakat dapat berlangsung dalam 6 tingkatan, yaitu
  1. Komunikasi intrapribadi, yaitu proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf.
  2.  Komunikasi antar pribadi, yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan secara langsung antara seseorang dengan orang lain. Corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dalam arti pesan atau informasi yang disampaikan hanya ditujukan untuk kepentingan pribadi para pelaku komunikasi. Misalnya: pembicaraan tatap muka di antara dua orang, surat menyurat pribadi, percakapan melalui telepon dll.
  3. Komunikasi dalam kelompok, yaitu kegiatan komunikasi yang berlangsung diantara anggota suatu kelompok. Pada tingkatan ini, tiap individu yang terlibat masing-masing berkomunikasi sesuai dengan peran dan kedudukannya dalam kelompok. Pesan yang dikomunikasikan menyangkut kepentingan semua anggota kelompok, bukan bersifat pribadi. Misal: ngobrol-ngobrol dalam keluarga antara bapak, ibu dan anak-anaknya, diskusi diantara warga kelompok karang taruna, kegiatan belajar mengajar.
  4. Komunikasi antar kelompok/asosiasi, yaitu kegiatan komunikasi yang berlangsung antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya, atau antara suatu asosiasi dengan asosiasi lainnya. Misalnya: pertemuan antara pengurus Karang Taruna esa A dengan Karang Taruna Desa B, atau pertemuan antara pengurus ISKI dengan ISEI.
  5. Komunikasi organisasi, yaitu kegiatan komunikasi dalam suatu organisasi dan komunikasi antar organisasi. Contoh: Rapat atau pertemuan antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Sosial termasuk contoh komunikasi organisasi. Komunikasi organisasi bersifat formal dan mengutamakan prinsip-prinsip efisiensi dalam melakukan komunikasi.
  6. Komunikasi dengan masyarakat luas. Pada tingkatan ini kegiatan komunikasi ditujukan kepada masyarakat secara luas. Ada dua cara, yaitu: 1) komunikasi massa yaitu komunikasi yang dilakukan melalui media massa seperti radio, TV, majalah, surat kabar; 2) langsung tanpa melalui media massa, misalnya ceramah atau pidato di lapangan terbuka. Sifat isi pesan komunikasi yang disampaikan menyangkut kepentingan orang banyak, tidak bersifat pribadi. Proses penyampaian pesan melalui media massa berlangsung cepat dan mampu menjangkau wilayah geografi yang sangat luas (tidak terbatas). Contoh komunikasi massa adalah forum dialog dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional melalui TV.

Hambatan Komunikasi
Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah:
  • Status effect

Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.
  • Semantic Problems

Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
  • Perceptual distorsion

Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
  • Cultural Differences

Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
  • Physical Distractions

Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
  • Poor choice of communication channels

Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
  • No Feed back

Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.

Definisi Komunikasi Interpersonal Efektif
  • Melaksanakan pesan secara suka rela

Indikator komunikasi interpersonal yang efektif berikutnya adalah bahwa komunikan  menindak lanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara suka rela, tidak karena dipaksa. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi interpersonal, komunikator dan komunikan memiliki peluang untuk memperoleh keuntungan. Komunikasi interpersonal yang baik dan berlangsung dalam kedudukan yang setara (tidak superior-inferior) sangat diperlukan agar kedua belah pihak menceritakan dan mengungkapkan isi pikirannya secara suka rela, jujur, tanpa merasa takut. Komunikasi interpersonal yang efektif mampu mempengaruhi emosi pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi itu kedalam suasana yang nyaman, harmonis, dan bukan sebagai suasana yang tertekan. Dengan demikian seberapa baik seseorang melakukan komunikasi dan interaksi antarpersona dengan orang lain, dapat dilihat dari bagaian dia mampu mencapai tujuan komunikasi secara sehat dan adil, bagaimana ia memberdayakan orang lain, dan bagaimana ia mampu menjaga perasaan dan harga diri orang lain.

  • Meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi

Efektivitas dalam komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif terhadap rekan, keluarga, dan kolega. Hal ini disebabkan pihak-pihak yang saling berkomunikasi merasakan memperoleh manfaat dari komunikasi itu, sehingga merasa perlu untuk memelihara hubungan antarpribadi. Seringkali orang tidak menyadari pentingnya masalah interaksi antarmanusia, karena sebagian orang beranggapan bahwa yang terpenting adalah modal kekuasaan dan modal material. Kalau dua modal itu berada ditangan, dikiranya segala urusan menjadi lancar dan berpihak kepadanya. 

Padahal kecakapan dalam komunikasi interpersonal merupakan aset yang penting dalam hubungan bermasyarakat. Banyak orang yang menjadi sukses karena mereka memiliki hubungan yang sangat baik dengan orang lain. Mereka menanamkan identitas yang positif kepada orang lain sehingga mereka memiliki image yang baik dimata masyarakat. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan lebih untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik.
Menurut Suranto (2011) Komunikasi interpersonal dianggap efektif, jika komunikan  memahami pesan komunikator dengan benar, dan memberikan respon sesuai dengan yang komunikator inginkan.

  1. Komunikasi interpersonal yang efektif berfungsi:
  2. Membentuk dan menjaga hubungan baik antar individu
  3. Menyampaikan pengetahuan atau informasi
  4. Mengubah sikap dan perilaku
  5. Pemecahan masalah hubungan antar manusia 
  6. Citra diri menjadi lebih baik
  7. Jalan menuju sukses.

Dalam semua aktivitas tersebut, esensi komunikasi interpersonal yang berhasil adalah proses saling berbagi (sharing) informasi yang menguntungkan kedua belah pihak.
Keefektifan komunikasi interpersonal dapat juga dijelaskan dari perspektif The 5 Inevitable Laws of Effective Communication (Lima Hukum Komunikasi Efektif) melalui ajimahendra.blogspot.com dalam Suranto (2011:80). Lima hukum tersebut yaitu Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble disingkat REACH yang berarti meraih. Hal ini relevan dengan prinsip komunikasi interpersonal, yakni sebagai upaya bagaimana meraih perhatian, pengakuan, cinta kasih, simpati, maupun respon positif dari orang lain.

  • Respect 

Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi interpersonal yang efektif adalah respect, ialah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerja sama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan kualitas hubungan antar manusia.

  • Empathy

Empathy (empati) adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dahulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Komunikasi empatik dilakukan dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain. Rasa empati akan meningkatkan kemampuan kita untuk dapat menyampaikan pesan dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima atau komunikan menerimanya. Oleh karena itu memahami perilaku komunikan merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku komunikan, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan, dan kesenangan dari komunikan. Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
  • Audible

Makna dari audible antara lain : dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.

  • Clarity

Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi interpersonal kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan.

  • Humble

Hukum kelima dalam membangun komunikasi interpersonal yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendh hati yang kita miliki. Sikap rendah hati pada intinya antara lain : sikap melayani, sikap menghargai, mau mendengar, dan menerima kritik, tidak sombong, dan memandang rendah orang lain, berani mengakui keslalahan, rela memaafkan, lemah lembut, dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal, dapat menyampaikan pesan dengan cara yang sesuai dengan keadaan komunikan. Komunikasi interpersonal yang tidak mempertimbangkan keadaan komunikan, akan menghasilkan komunikasi yang arogan, satu arah, dan seringkali menjengkelkan orang lain.

Menurut Devito (2011), mengemukakan lima sikap positif yang perlu dipertimbangkan ketika seseorang merencanakan komunikasi interpersonal. Lima sikap positif tersebut, meliputi:

  • Keterbukaan (openness)

Keterbukaan ialah sikap dapat menerima masukan dari orang lain, serta berkenan menyampaikan informasi penting kepada orang lain. Hal ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya, tetapi rela membuka diri ketika orang lain menginginkan informasi yang diketahuinya. Dengan kata lain, keterbukaan ialah kesediaan untuk membuka diri mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan, asalkan pengungkapan informasi ini tidak bertentangan dengan asas kepatutan. Sikap keterbukaan ditandai dengan adanya kejujuran dalam merespon segala stimuli komunikasi. Tidak berkata bohong, dan tidak menyembunyikan informasi yang sebenarnya. Dalam proses komunikasi interpersonal, keterbukaan menjadi salah satu sikap yang positif. Hal ini disebabkan, dengan keterbukaan, maka komunikasi interpersonal akan berlangsung secara adil, transparan, dua arah, dan dapat diterima oleh semua pihak yang berkomunikasi.

  • Empati (empathy)

Empati ialah kemampuan seseorang untuk merasakan kalau seandainya menjadi orang lain, dapat memahami sesuatu yang sedang dialami orang lain, dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan dapat memahami sesuatu persoalan dari sudut pandang orang lain, melalui kacamata orang lain.
Orang yang berempati mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain, perasaan dan sikap mereka, serta harapan dan keinginan  mereka. Ambil contoh...
Dengan demikian empati akan menjadi filter agar kita tidak mudah menyalahkan orang lain. Namun kita biasakan untuk dapat memahami esensi setiap keadaan tidak semata-mata berdasarkan cara pandang kita sendiri, melainkan juga menggunakan sudut pandang orang lain. Hakikat empati adalah:
  1. Usaha masing-masing pihak untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain;
  2. Dapat memahami pendapat, sikap dan perilaku orang lain.

  • Sikap mendukung (supportiveness)

Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness). Artinya masing-masing pihak yang berkomunikasi memiliki komitmen untuk mendukung terselenggaranya interaksi secara terbuka. Oleh karena itu respon yang relevan adalah respon yang bersifat spontan dan lugas, bukan respon yang bertahan dan berkelit. Pemaparan gagasan bersifat deskriptif naratif, bukan bersifat evaluatif. Sedangkan pola pengambilan keputusan bersifat akomodatif, bukan intervensi yang disebabkan rasa percaya diri yang berlebihan.

  • Sikap positif (positiveness)

Sikap positif (positiveness) ditunjukkan dalam bentuk sikap dan perilaku. Dalam bentuk sikap, maksudnya adalah bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi interpersonal harus memiliki perasaan dan pikiran positif, bukan prasangka dan curiga. Dalam bentuk perilaku, artinya bahwa tindakan yang dipilih adalah yang relevan dengan tujuan komunikasi interpersonal, yaitu secara nyata melakukan aktivitas untuk terjalinnya kerjasama. Misalnya secara nyata membantu partner komunikasi untuk memahami pesan komunikasi, yaitu kita memberikan penjelasan yang memadai sesuai dengan karakteristik mereka.
Sikap positif dapat ditunjukkan dengan berbagai macam perilaku dan sikap, antara lain:
  1. Menghargai orang lain
  2. Berpikiran positif terhadap orang lain
  3. Tidak menaruh curiga  secara berlebihan
  4. Meyakini pentingnya orang laine.
  5.  Memberikan pujian dan penghargaan
  6. Komitmen menjalin kerjasama

  • Kesetaraan (equality)

Kesetaraan (equality) ialah pengakuan bahwa kedua belah pihak memiliki kepentingan, kedua belah pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan saling memerlukan. Memang secara alamiah ketika dua orang berkomunikasi secara interpersonal, tidak pernah tercapai suatu situasi yang menunjukkan kesetraan atau kesamaan secara utuh diantara keduanya. Pastilah yang satu lebih kaya, lebih pintar, lebih muda, lebih berpengalaman, dan sebagainya. Namun kesetaraan yang dimaksud disini adalah berupa pengakuan atau kesadaran, serta kerelaan untuk menempatkan diri setara (tidak ada yang superior atau inferior) dengan partner komunikasi.
Dengan demikian dapat dikemukakan indikator kesetaraan, meliputi:
  1. Menempatkan diri setara dengan orang lain
  2. Menyadari akan adanya kepentingan yang berbeda
  3. Mengakui pentingnya kehadiran orag lain
  4. Tidak memaksakan kehendak
  5. Komunikasi dua arah
  6. Saling memerlukanSuasana komunikasi: akrab dan nyaman
 Komunikasi interpersonal efektif dalam organisasi yang mencakup componential & situational


Komunikasi dalam organisasi atau perusahaan dapat menentukan efektif atau tidaknya dalam suatu penyampaian pesan atau perintah antar anggota organisasi, baik antara atasan dengan bawahan (downward communication), bawahan dengan atasan (upward communication), maupun antar anggota yang jabatannya setaraf (lateral communication). Secara sederhana, komunikasi adalah proses penyampaian atau transfer dan pemahaman suatu pengertian (meaning). Jadi dalam berkomunikasi, kita harus efektif menyampaikan pesan yang ada pada kita kepada orang lain. Adapun berkomunikasi secara langsung dan sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Karena dapat mengubah sikap, pendapat dan perilaku seseorang dengan efek umpan balik secara langsung. Proses berkomunikasi dimulai dari adanya pesan yang akan disampaikan oleh pengirim, kemudian ditransfer melalui suatu channel (saluran), kemudian diterima oleh penerima.
Adapun komunikasi interpersonal efektif dalam suatu organisasi mencakup dua bagian yaitu componential dan situational.
  • Componential

Menjelaskan komunikasi antar pribadi dengan mengamati komponen-komponen utamanya, dalam hal ini adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik dengan segera.
  • Situasional

Interaksi tatap muka antara dua orang dengan potensi umpan balik langsung dengan situasi yang mendukung disekitarnya.



Source :
http://mengerjakantugas.blogspot.com/2012/06/proses-komunikasi-pengirim-pesan.html
http://uripsantoso.wordpress.com/2010/02/16/tingkatan-proses-komunikasi/
http://www.psychologymania.com/2013/04/efektivitas-komunikasi-interpersonal.html
http://www.docstoc.com/docs/142011609/KOMUNIKASI-ORGANISASI


g

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Oh .... As-Syifa .....

Sabtu pagi, hari yang paling Istimewa di bandingkan hari yang lainnya . Meskipun memang semua hari itu memiliki keistimewaannya masing-masing bagi setiap orang, seperti seperti hari senin ,ia istimewa karena pada hari itu hampir semua orang melaksanakan Upacara Bendera, Lalu Hari Jum’at , hari yang istimewa karena di hari itu semua umat muslim berkumpul di setiap masjid untuk melaksanakan kewajiban Umat muslim Pria, Hari Minggu, hari yang menurut sebagian orang Istimewa, karena disanalah sebuah keluarga dapat berkumpul kembali setelah dipisahkan oleh aktivitas mereka masing-masing setiap harinya.
Dan Sabtu,  ketika kebanyakan orang masih berada dalam Selimutnya, ketika kebanyakan orang bersiap-siap menyambut Malam Mingguan bersama kekasihnya, namun ku lihat ada segeintir orang yang memilih untuk menyisihkan waktunya untuk berdakwah.  Sempat ku rasakah suatu keanehan ketika melihat mereka, Ketika Lebih enak bersama keluarga di saat Weekend, ketika lebih nyaman berada di atas kasur bersantai-santai . tapi mereka lebih memilih untuk Berdakwah ?  Dakwah itulah bahasa beratnya , namun di lingkungan kami lebih dikenal sebagai Mentoring . bila di lihat dari luar , sepertinya mereka Lelah, sepertinya memang ada rasa capek pada diriny disaat Senin samapai jum’at ia harus sekolah dan bergelut dengan tugas-tugas , tapi sabtu-minggu mereka sisihkan waktu sejak pagi untuk mengisi atau ikut mentoring di SMAku dulu. Tetapi Di sisi lain, dari rasa lelah pada diri mereka , ku lihat ada kebahagiaan pada dirinya, pada sorot matanya, mereka bersenda gurau bersama anak-anak mentornya layaknya tak ada beban pada dirinya, mereka berdiskusi, berbagi ilmu, dan saling bersilaturahmi dengan sesame mentor lainya .
Hingga akhirnya ku putuskan untuk mencoba masuk kedalam lingkungan Mentoring , setiap sabtu aku diberikan Materi Oleh mentorku, betapa sabarnya ia membimbing kami semua dalam mengaji, kau kira dulu aku bisa mengaji ? Ah, hanya sekedar bisa baca saja , tajwid makhraj pun ku babat saja ngerti juga enggak. Beliau pernah bilang . “ Apakah Antum tau, Rasanya Iman seperti apa ?”
Kami semua bingung,dengan pertanyaan itu bisa saja iman itu rasanya Coklat, Strawberry,Melon,Vanilla, atau mungkin rasanya Sepet, pahit dll . kami pun balik bertanya “ Memang Rasanya apa kak ?”
Beliau hanya menjawab dengan Senyum “ Kalian akan merasakan rasanya Iman, bilamana Kamu telah merasakan Kehilangannya “ aduhh…. Ngengantung begitu kan ? itulah pertanyaan yang ada di hatiku, Gimana mau kalo iman itu ilang, kalo kita aja enggak pernah ngeliat ato ngerasain iman kayak begimana.
Masjid Asyifa, itulah dimana semua perjuangan Mereka dimulai, Wahhh !!! kalo melihat masjid itu dulu benar-benar hebat pokoknya, Setiap Sabtu  selalu diramaikan dengan kegiatan mentoring, Saking ramainya bahkan masjid yang terletak di pinggiran jalan yang banyak suara kendaraan berlalu lalang pun suaranya bisa kalah dengan keramaian pengajian mentor-mentor di masjid kami, bayangkan kelas 1 sampai kelas 3 dimana ada sekitar 30kelas 1 kelas di pegang oleh 2orang ikhwan dan akhwat, brarti kalau di hitung-hitung ada sekitar 60 Kelompok MENTOR di Sana !!, masjid pun setiap sabtu selalu penuh, sampai-sampai bila ada mentor yang terlambat atau kesiangan datang sudah pasti dia tidak akan dapat lapak buat mentoring di dalam masjid, sehingga mentoring di pindahkan ke lingkungan sekolah, dan, di lingkungan sekolahpun hampir di setiap sudut ada kelompok mentor sedang melaksanakan aktivitasnya disana
Dan, tibalah saatnya giliran aku menjadi seperti pejuang-penjuang dakwah disana, tapi karena ada keraguan dalam hati  yang membuatku memilih jalan yang berbeda dari mereka semua. 2 tahun lamanya ku tinggalkan lingkungan dan mereka semua, yang awalnya berniat mencari ilmu agama dengan cara yang berbeda, tetapi malah terjerumus dalam Dosa.
Namun memang benar, Allah masih peduli pada setiap hamba kecil seperti aku ini, ia berikan setitik cahaya di dalam gelapnya sebuah lubang, sebagai isyarat bahwa pertolongannya selalu ada. Seperti yang di katakana dalam surat Al baqarah 257 :“Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman)” Disaat itulah teringat kembali perkataan mentorku dulu , kau akan merasakan iman ketika kau telah kehilangannya. Sepertinya aku merasakannya, dan itu rasanya sulit dijelaskan oleh kata-kata tetapi intinya Tidak akan ku biarkan Hal itu kembali menghilang.
          Selama Satu tahun ku mulai kembali pengajian bersama mentorku dulu, dengan harapan beliau masih menerimaku, dan ternyata beliau masih menerima ku dengan senang hati. Selama setahun itulah kuperdalam ilmu pengentahuanku
         Suatu saat, beliau berkata bahwa aku siap untuk menjadi Mentor, Dengan segera ku anggukan kepala tanpa ada rasa ragu , karena bila ada sedikit rasa ragu di hati, hal itu akan membuat kembali kelubang yang sama seperti sebelumnya.
        Betapa gembiranya hati ini hingga kata-kata “Aku datang Teman” selalu terbesit dalam hatiku. Karena saking senangnya bila mengingat suasana masjid Asyifa setiap hari sabtu dulu
       Namun….
       Apa yang terjadi dengan masjid dulu ku ingat , tak lagi seperti dulu, yang tadinya masjid ramai setiap sabtu, tapi selama 3 bulan aku disana dari pagi sampai jam 12 paling banyak 8-9 grup ikhwan dan akhwat mentor di dalam masjid , dan dilingkungan sekolah juga jauh berbeda dengan dulu, kalau dulu setiap sudut ada kelompok mentor , sekarang hanya di titik-titik tertentu saja. Kalau misalnya dulu ada 60 grup mentor , paling hanya ada sekitar 20/30an saja.
      Rasa Sepi ? jelas ada, membayangkan dulu banyak wajah-wajah ceria para mentor dan grupnya sekarang telah banyak menghilang , ketika ku tanyakan pada seseorang ia berkata “Banyak yang gugur kang” gleekkkkkkk… rasa sedih menimpa, ketika mengetahui teman-teman seperjuangan mentoring di As-syifa telah berguguran, seperti sudah ada yang bekerja hingga tak punya waktu kosong, Atau sibuk dengan Kuliahnya yang bagaikan KURA-KURA (Kuliah Rapat-Kuliah Rapat) tapi hal yang membuatku lega, ternyata ada sebagian yang mereka memang tidak bertugas di As-syifa lg, tp mereka bertugas mengisi mentoring di kampus mereka. Atau di tempat lain, atau mereka menggantikan mentoringnya ke hari lain
      Suara Kendaraan yang dulu di kalahkan dengan suara kegiatan kami , sekarang Aku lah yang harus berhenti berbicara sejenak ketika ada kendaraan lewat, karena suaraku yang kalah dengan suara kendaraan.
      Ahhhhh.. Kemanakan Mereka semua, ku kira…. Aku akan berjuang bersama mereka semua seperti yang kulihat dahulu. Tetapi kenyataannya Aku berjuang bersama beberapa dari mereka saja.

      Mudah-mudahan ada suatu saat , dimana kita semua dapat berkumpul kembali meramaikan Mentoring di Masjid Asyifa ini.

      Ketika kita kembali mengalahkan suara-suara bising dari kendaraan yang lewat

      Ketika kita meramaikan setiap sudut lingkungan di Sekolah dengan kelompok Mentor kita masing-masing

      Ku harap semua itu akan kembali terulang

      Dan bila kau mengetahuinya……

      Sebenarnya didunia ini tidak ada orang yang Sangat Super Sibuk, yang ada hanyalah orang yang berusaha  membuat dirinya sibuk. Kalau mereka bisa berusaha memanage waktunya dengan benar, pasti akan ada waktu untuk menyisihkan 1 jam untuk berjuang bersama kami :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu 2 Tulisan 2 Manajemen Qalbu

Manajemen Qalbu.....

                Yah, kata-kata itu memang sudah taka asing lagi di telinga,  bila mendengar dan membaca kata-kata itu pasti langsung teringat mengenai ISLAM, itulah yang akan kita bahas, suatu Manajemen yang ada pada cara pandang islam, yaitu manajemen Qalbu.
Qalbu , satu kata yang menyimpan segala rahasia keajaiban dan misteri yang menakjubkan dimana Allah membekali manusia dengan Qalbu yang Bersih tanpa ada bercak hitam sedikitpun seperti yang di katakan dalam surah An-Nahl 78 “Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut Ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui apapun, dan dia mengaruniai kalian dengan pendengaran,penglihatan,dan Hati,agar kalian mensyukurinya.
                Dari surah di atas kita bisa mengambil kata kuncinya “ Tidak mengetahui apapun” yang bisa di artikan sebagai ia masih tidak mengerti apa-apa , seperti banyak yang orang katakan Bayi itu tak memiliki Dosa, yaps  karena bayi itu masih memiliki Qalbu ( Hati) yang bersih , Setiap Bayi pasti masih memiliki hati yang bersih, akan tetapi ketika ia dewasa Hati yang bersih tersebut nambah lama semakin mulai menampakan adanya coretan, atau noda hitam. Ingat tidak , dalam Psikologi juga di ajarkan hal seperti itu ? Teori Jhon Locke mengenai Tabularasa , apakah kalian mengingatnya ? ia mengatakan “ Bahwa manusia yang baru dilahirkan itu dapat diumpamakan sebagai kertas putih yang belum di tulisi” pas kan ? teori tersebut dengan Apa yang dikatakan Al-Qur’an ? Jadi kenapa mesti ragu dengan Al-Qur’an yang kalau di fikirkan bahwa Al-Qur’an dan Teori Jhon Locke itu lebih tua Al-Qur’an heheh :p , jadi sebenarnya manusia itu sendiri yang akan mewarnai kertas putih tersebut dengan kebaikan atau dengan noda keburukan.
Kita akan membagi Qalbu ( Hati ini menjadi 2 ) yaitu

1.Qalbun Mayyit ( Hati yang mati)
                Hati atau Qalbu sama seperti Jasad yang tidak bernyawa , jadi mau di pukulin, di jitakin,dicubitin sekalipun kalau Jasad tersebut tidak bernyawa ia tidak akan merasakan apa-apa, begitu juga hati, ketika hati telah mati, ia tidak akan merasakan  apa-apa, mau ia melakukan suatu perbuatan buruk ataupun baik ia anggap  biasa saja, ketika ia melakukan hal-hal baik hanya ada perasaan Bangga diri,Sombong,Ingin dipuji, dan Takabur didalam Qalbunya.
                Jadi Qalbun Mayyit atau Hati yang mati bisa diartikan juga sebagai orang-orang yang tidak mengenal siapa tuhanya, hatinya telah sepenuhnya dipenuhi dengan hal-hal  duniawi, hidupnya dipenuhi dengan hawa nafsu.

2. Qalbun Shahih
                Hal ini berbeda dengan Qalbun Mayyit, Hati yang satu ini berfungsi dengan normal, ia bagaikan Jasad yang masih bernyawa, jasad itu masih bisa merasakan rasa sakit,ketika ia dicubit,dipukul dll, seseorang yang memiliki Qalbu yang sehat , ia akan bisa memilih mana yang baik dan yang tidak, kehidupannya selalu di selimuti dengan Rasa Cinta kepada Allah , segala sesuatu yang dia lakukan didunia ini selalu di barengi dengan mengingat Allah di segala aktivitasnya.

Mudah-mudahan dari tulisan diatas, kita mengerti mengenai manajemen Qalbu, bagaimana kita memanage Qalbu kita atau mengelola Qalbu kita , agar terhindar dari Qalbun Mayyit, dan semoga kita akan dapat memanage Qalbu kita agar menjadi Qalbun Shahih atau hati yang sehat dengan cara bertaqwa kepada Allah. Karena sesungguhnya Beruntung sekali orang-orang yang telah ditanamkan Ketaqwaan kedalam Qalbunya , setelah sebelumnya Allah telah mensucikan Qalbunya ketika ia baru lahir “ Mereka itulah orang-orang yang telah diuji qalbu mereka untuk bertaqwa” (QS.Al-Hujurat : 3)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minggu 2 Tulisan ke 1 Manajemen Waktu

Manajemen Waktu

Yaps… untuk tema tulisan yang akan saya bahas pada kali ini adalah mengenai Manajemen waktu, Karena tak lengkap rasanya bila kita mengulas segala sisi,segala lika-liku mengenai definisi, entah itu manajemen dalam suatu Organisasi, manajemen dalam suatu Perusahaan, dan Manajemen-manajemen yang lainnya bila kita tak membahas manajemen yang satu ini.
Karena Menurut saya Manajemen yang satu ini, yaitu Manajemen Waktu merupakan suatu dasar, yang seharusnya dimiliki dan dijalankan oleh semua orang. Kok bisa begitu ??  huehehe sebelum kita membahasnya lebih lanjut, mari kita cari tau apa sebenarnya pengertian dari Manajemen itu sendiri
Seperti yang kita semua tau, atau mungkin memang ada yang belum tau, jadi bisa tau dari baris demi baris, kata demi kata,tulisan demi tulisan yang dirangkum sedemikian rupa , sehingga menjadi suatu kalimat yang terangkai , yang dapat membuat rasa Penasaran kalian tentang Manajemen Waktu menjadi hilang
    Baiklah, kita mulai yah :D , Manajemen diambil dari kata “Manage” yang berarti Mengatur,atau mengelola . lalu ada kata Waktu  yang kata itu sendiri terdiri dari berbagai macam jenis, ada Siang, Malam, Sore,Pagi, yang kemudian tersusun dari satuan waktu lagi, yaitu Detik ,Menit ,Jam ,Hari, Minggu, Bulan, Tahun. Ribet kan ?? Didalam Waktu terdiri dari satuan waktu lagi, haha sudah, enggak usah ribet, Allah menciptakan Hidup kita bukan untuk dijadikan Ribet, Toh Allah yang bikin kehidupan didunia aja enggak ribet kok ngebikinnya, tinggal sekali ngedip juga jadi, kenapa juga kita yang tinggal ngejalaninnya doing ngebikin kehidupan kita jadi ribet. Heheh Bisa di jadiin Quote buat di taro di gambar-gambar tuh hahah.

Jadi udah tau kan dari penjelasan di atas apa itu Manajemen Waktu ? kalo masih belum tau , mari saya permudah dengan sebuah kesimpulan mengenai Manajemen Waktu. Manajemen Waktu ialan Cara kita Mengatur dan Mengelola Waktu yang kita miliki di Dunia ini.
Lalu kenapa saya bilang Manajemen Waktu merupakan Dasar dari segala Ilmu Manajemen, Memang saya tidak tau ada atau tidak teori yang membahas mengenai ini, tapi kalo kita fikir dengan logika , sejak kecil sebelum kita mengetahui dan belajar mengenai segala macam Ilmu Manajemen yang ada di bangku Kuliah ,atau mungkin di sekolah SMP atau SMA telah di ajarkan, kita pasti di ajarkan terlebih dahulu oleh Orang tua kita mengenai Manajemen Waktu, mengenai bagaimana kita mengatur waktu kita.
Contohnya seperti saat kita bermain bersama teman-teman diluar, “Kamu Boleh main diluar cuman 2 jam aja yah” pasti pernah mendengar kata-kata itu dari orang tua kita, dari kata-kata itu mereka menyisipkan ilmu pelajaran mengenai Manajemen waktu, bagaimana kita mengatur waktu bermain kita yang hanya 2 jam saja, atau ketika jam 9 malam teng , kita sudah harus pergi ke tempat tidur, mereka mengajarkan kita bagaimana mengatur waktu kita untuk mengistirahatkan tubuh kita disaat sudah letih dari rutinitas sehari-hari.

Sebenernya masih banyak lagi, seperti di sekolah-sekolah ketika ada peraturan masuk Jam 7.00 teng, lebih dari itu gerbang di tutup, dari sana kita bisa belajar, bagaimana ketika kita setelah solat subuh misalnya jam 5, kita hanya mendapatkan waktu 2 jam untuk bersiap-siap,seperti menyiapkan buku pelajaran, memeriksa kembali tugas, merapihkan tempat tidur,Sarapan,Mandi, dll , bagi orang yang dapat memanage waktu, melakukan kegiatan tersebut adalah hal yang mudah,akan tetapi bagi orang yang tidak bisa memanage waktunya ia tidak bisa melakukan itu, yang harusnya 2jam bisa melakukan hal-hal tersebut, tetapi dalam waktu 2jam dia habiskan dengan melanjutkan tidurnya ketika habis solat subuh, dan bangun jam 6.30 sehingga ia hanya bisa melakukan kegiatan mandi dan makan lalu berangkat, tak jarang orang yang tidak mandi ,atau tidak makan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah , itulah tanda orang-orang yang tidak bisa memanage waktunya,
Itulah sedikit pembahasan mengenai Manajemen waktu, karena tidak Pantas seseorang mempelajari hal-hal mengenai Manajemen secara mendalam, tanpa mengetahui Dasar dari segala manajemen yaitu Manajemen waktu. karena Manajemen waktu lah yang menjadi salah satu faktor yang membuat orang SUKSES !


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas Pertemuan 2

1. Pengorganisasian Struktur management
       A. Definisi Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah langkah untuk menetapkan, menggolongkan dan mengatur berbagai macam kegiatan, menetapkan tugastugas pokok, wewenang dan pendelegasian wewenang oleh pimpinan kepada staf dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan defenisi tersebutmaka Fungsi pengorganisasian merupakan alat untuk memadukan (sinkronisasi) dan mengatur semua kegiatan yang ada kaitannya dengan personil, finansial, materil dan tata cara untuk mencapai tujuan organisasi yang telah disepakati bersama

  B. Definisi Struktur Organisasi

Stuktur Organisasi merupakan kelanjutan dari 2 bentuk pola organisasi yaitu pola formal dan informal. Adapun struktur organisasi ini secara otomatis merupakan perwujudan struktur organisasi formal dengan jalan menganalisis jabatan-jabatan apa yang harus diperlukan dalam mencapai tujuan untuk kemudian menentukan kualifikasi maupun jumlah orang yang di perlukan untuk mengisi jabatan-jabatan yang telah di tetapkan
Struktur organisasi yang dibentuk akan selalu berdasarkan pada 3 komponen organisasi yaitu
1.      Interaksi kemanusiaan
2.      Kegiatan yang terarah ke tujuan
3.      Struktur

Berdasarkan ketiga komponen organisasi itu seorang manajer puncak harus dapat mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi harus memberi panjelasan bagaimana pembagian kekuasaan dan bagaimana tanggung jawabnya

                 C. Pengorganisasian sebagai fungsi Manajemen
                                        
Setelah kita telah mempelajari perencanaan sebagai salah satu fungsi manajemen,tentunya kita harus mempelajari fungsi manajemen lainnya.Salah satu fungsi manajemen adalah mengetahui pengorganisasian yang merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting karena dengan pengorganisasian berarti akan memadukan seluruh sumber-sumber yang ada dalam organisasi,baik yang berupa sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya ke arah tercapainnya suatu tujuan.pentingnya pengorganisasian sebagai fungsi yang dijalankan oleh setiap manajer atau orang-orang yang menjalankan manajemendalam setiap organisasi.
Fungsi manajemen lainnya yaitu pengorganisasian,yang sama pula pentingnya dengan fungsi perencanaan karena dalam pengorganisasian seluruh sumber(resources) baik berupa manusia maupun yang nonmanusia harus diatur dan paduakan sedemikian rupa untuk berjalannnya suatu organisasi dalam rangkai pencapaian tujuannya. Pemahaman tentang pengorganisasian sebagai salah satu fungsi manajemen,akan memberikan kejelasan bahwa proses pengaturan di dalam organisasi tidak akan selesai,tanpa diikuti oleh aktuasi yang berupa bimbingan kepada manusia yang berada di dalam organisasi tersebut,agar secara terus-menerus dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

2. Actuating Management
A. Definisi Actuating
Actuating (penggerakan) meliputi kepemimpinan dan koordinasi. Kepemimpinan yakni gaya memimpin dari sang pemimpin dalam mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya organisasi agar mengarah pada pencapaian tujuan program dan organisasi. Sedangkan koordinasi yakni suatu aktivitas membawa orang-orang yang terlibat organisasi ke dalam suasana kerjasama yang harmonis. Dengan adanya pengoordinasian dapat dihindari kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan kesimpangsiuran di dalam bertindak antara orang-orang yang terlibat dalam mencapai tujuan. Koordinasi ini mengajak semua sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerjasama menuju ke satu arah yang telah ditentukan.

Pekerjaan memimpin meliputi lima kegiatan yaitu :
·         Mengambil keputusan
·         Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara pemimpin dan bawahan.
·         Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
·         Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya secara tepat
·         Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

B. Pentingnya Actuating
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.ja secara baik.

C. Prinsip-prinsip actuating
Actuating  merupakan aspek hubungan antar manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaga kerja efektif serta efesien untuk mencapai tujuan.
Dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia, juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah laku yang berbeda-beda, memiliki pandangan serta pola hidup yang berbeda pula. Oleh karena itu, pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu:
a.       Prinsip mengarah pada tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan. Pengarahan tidak dapat berdiri sendiri,artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-faktor lain seperti :perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.
b.      Prinsip keharmonisan dengan tujuan
Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Mereka mengkehendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang  terlalu besar dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis dengan kepentingan perusahaan.
Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang  baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik, dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
c.       Prinsip kesatuan komando
Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya. Dan hanya ditujukan kepada satu pimpinan saja, maka pertentangan didalam pemberian instruksi dapat dikurangi, serta semakin besar tanggung jawab mereka untuk memperoleh hasil maksimal.






3. Mengendalikan Fungsi Management

A. Definisi Controlling
Fungsi pengawasan merupakan fungsi terakhir yang akan dilakukan manajer guna melengkapi fungsi yang sudah dilakukan lebih dahulu.
Pengawasan merupakan fungsi yang bertujuan untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan jika terjadi penyimpangan pelaksanaan perencanaan yang telah ditetapkan . pelaksanaan fungsi ini biasanya dilakukan dengan cara membandingkan segala sesuatu yang dijalankan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya

B. Langkah-langkah dalam control
Terdapat tiga langkah penting dalam proses Controlling manajerial yaitu:
1.      Mengukur hasil/prestasi yang telah dicapaioleh staf atau organisasi
2.      Membandingkan hasil yang telah dicapai dengan tolok ukur.
3.      Memperbaiki penyimpangan-penyimpangan yang terjadi sesuai dengan faktor-faktor penyebabnya, dan menggunakan, dan menggunakan faktor tersebut untuk menetapkan langkah-langkah intervensi.

C. Tipe-tipe Controlling
   Ada tiga tipe pengawasan, yaitu :
1.   Pengawasan pendahuluan
Dirancang untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dari standar atau  tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
2.   Pengawasan yang dilakukan bersama dengan pelaksanaan kegiatan. Merupakan proses di mana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan - kegiatan bisa dilanjutkan, untuk menjadi semacam peralatan "double check" yang telah menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
3.   Pengawasan umpan balik Mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan.



D.Kontrol Proses Management
Proses pengendalian adalah proses dimana manusia membuat rencana-rencana dan keputusan-keputusan. Langkah langkah penting Pada Proses Kontroling dapat digolongkan ke 8 elemen yaitu
1.      Mengidentifikasikan tujuan dan strategi
2.      Penyusunan program
3.      Penyusunan anggaran
4.      Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi
5.      Pengukuran prestasi
6.      Analisis dan pelaporan
7.      Tindakan koreksi
8.      Tindakan Lanjutan


ssumber : 
Herujito,Yayat.2001.Dasar-Dasar Manajemen.PT Grasindo
Mukhyi . 1995. Pengantar Manajemen Umum (Untuk STIE) Gunadarma
Mukhyi.Pengantar Manajemen Umum Untuk (Untuk STMIK) .Gunadarma

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tulisan 2

Didalam suatu perusahaan X terdapat beberapa orang pegawai yang kerjanya cuman males-malesan , lalu ada yang kurang maksimal di dalam bidang produksi , didalam kantor itu sering terjadi salah pengertian atau miss komunikasi di antara bidang yang satu dengan bidang yang lain sehingga terdapat beberapa masalah, misalnya :
1.kinerja pegawai dalam kantor tersebut sangat rendah.
2.Hasil Produksi dari kantor tersebut menjadi tidak maksimal
3.saling menyalahkan diantara bidang-bidang yang menangani perencanaan,produksi dan kantor

Solusi yang dilakukan .oleh pimpinan perusahaan
1.       
     Me motivasi bawahannya dengan mengajak berbicara dari hati-kehati apa permasalahannya yang membuat kinerja mereka sangat kurang ,dan hasil pembicaraan tersebut menghasilkan bahwa para pegawai merasa :
1.penempatan pegawai tidak the right job in the place
2.tidak adanya kenyamanan,didalam perusahaan baik itu didalam tata letak kantor kemudian dari ventilasi udara,
3.Pegawai merasa atasan langsungnya terlalu keras

Permasalah di atas berpengaruh terhadap hasil produksi yang di hasilkan ,sehingga tidak maksimal banyak kegagalannya,Rencana dari produksi yang di hasilkan ternyata tidak sesuai dengan apa yg di rencanakan 

dari hasil rapat pimpinan dengan para manager 
1.bahwa pimpinan itu sering tidak melakukan control terhadap manajer manajernya
2.pimpinan tidak berusaha menyatukan antara bidan gyang satu dengan yang lainnya

3.kontrol dari pimpinan berkrang sehingga itu semua harus dilakukan suatu perubahan yang cukup besar didalam seluruh proses manajemen baik itu dari planning,organizing,actuating maupun Controling sehingga semuanya jadi solid kembali

Sumber : Cerita Dari Bapak di Kantornya :D

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS